Oleh: poskebaktian | 4 Januari 2010

renungan

DIMANA ENGKAU TUHAN.?

(Mazmur139: 7-10)

Sangat manusiawi bila anda hari ini pergi ke Gereja dengan membawa pikiran dan perasaan masing-masing. ada yang mungkin berpikiran bahwa di hari Minggu ke Gereja merupakan kesepatan berkumpul dengan kenalan di luar bidang kerja sehari-hari, dan berperasaan bahwa ke Gereja tiap minggu merupakan kegiatan rutin yang dari dulu “memang begitu”. Ada pula (mudah-mudahan banyak, kalau tidak dapat dikatakan semua) yang ke Gereja tiap hari Minggu dengan rasa rindu yang mendalam untuk bersekutu dengan umat tebusan ALLAH dalam Tuhan Yesus Kristus dan mendengarkan firmanNya.

Ketika kebaktian usai, tak jarang ada yang pulang dengan mengatakan, “Ah, aku tidak mendapatkan apa-apa dari kebaktian ini”. Andaikata anda termasuk kelompok ini, tentu anda dapat merenungkannya, mengapa??. Apakah pengkhotbah hari ini tidak cocok dengan “selera” anda, sehingga anda tidak dapat menangkap apa yang Tuhan Firmankan pada hari ini?. Ataukah suasana dan kondisi Gereja yang kurang nyaman bagi anda, sehingga mengganggu konentrasi anda? Tentu dengan pikiran dan perasaan anda. Dengan perasaan “tidak mendapatan apa-apa”, patut diduga jangan-jangan anda tidak menemukan Tuhan dalam kebaktian ini.

Kita dapat mengatakan apa saja tentang kondisi, tentang suasana dan tentang pengkhotbah, sampai-sampai kita tidak menemukan Tuhan.                     Namun, beranikah kita mengatakan bahwa Tuhan tidak ada disini, sehingga kita tidak dapat menemukan DIA?.

Dalam segala hal ALLAH hadir, demikian kesaksian Daud yang terungkap didalam Mazmur 139. Diketinggian langit biru, Dia ada. Begitu pula di kegelapan dunia orang mati, Dia hadir.  Kalau demikian, berarti Dia hadir pula dalam kebaktian kita hari ini. Dia hadir dalam suasana dan kondisi Gereja yang mungkin kurang cocok bagi kita. melalui pengkhotbah yang dapat mengantarkan kita atau pengkhotbah yang memingungkan dan membuat kita mengantuk. Dia hadir pula.

Bagi Daud, dilangit tinggi maupun dilorong gelap dunia orang mati, tak ada pesoalan. Daud dapat merasakan kehadiran ALLAH dimanapun dan dalam kondisi apapun. Rupanya persoalan kita juga bukan suasana, kondisi atau pengkhotbah di kebaktian yang kita hadiri tiap minggu. Persoalannya terletak dalam hati kita. Adakah kerinduan untuk menemukan ALLAH?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: